Pelatihan Menulis Cerpen untuk Pelajar: Menenun Asa Sastra dari Nganjuk untuk Indonesia


 

Literasinganjuk.com – Sebuah langkah konkret dalam merawat tunas-tunas sastra kembali digulirkan oleh Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling) melalui program unggulannya, Sekolah Menulis Nusantara (SMN). Pada Selasa (10/3), sebanyak 100 pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat resmi memulai perjalanan kreatif mereka dalam Pelatihan Menulis Cerpen yang diselenggarakan secara daring. Antusiasme yang meluap dari para peserta menjadi bukti bahwa kerinduan akan ruang berkarya di bumi Anjuk Ladang masih sangat besar.

Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Penasihat Kopling, Suratno, S.Pd. Dalam sambutannya, sosok yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 2 Werungotok ini menegaskan bahwa kehadiran SMN bukan sekadar seremoni singkat, melainkan sebuah ikhtiar panjang untuk menjaga semangat literasi dari Nganjuk untuk Indonesia. Beliau memaparkan bahwa komitmen utama Kopling adalah mencetak barisan penulis handal yang kelak mampu menyuarakan gagasan-gagasan besar di masa mendatang.

 Rangkaian webinar yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Maret 2026, ini menyuguhkan kurikulum kepenulisan yang bernas dan berjenjang. Pada hari pertama, Heru Sang Amurwabumi sebagai founder Kopling sekaligus cerpenis jebolan Ubud Writers and Readers Festival mengawali kelas dengan membedah anatomi cerita dan proses kreatif dalam menggali ide yang autentik. Materi kemudian bersambung ke hari kedua bersama Nurillah Achmad, cerpenis yang rekam jejaknya telah malang-melintang di berbagai media sastra nasional, yang akan mengupas tuntas cara menghidupkan narasi serta estetika dalam bercerita.

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan di hari ketiga, para peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari Heru Patria. Penulis yang sukses meraih anugerah Sutasoma 2024 dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur ini akan berbagi strategi mengenai penyuntingan naskah dan kiat-kiat menembus industri literasi. Melalui sinergi para mentor mumpuni ini, Sekolah Menulis Nusantara diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya karya-karya cerpen yang tidak hanya memikat secara bahasa, tetapi juga dalam secara makna. (*)

 

Posting Komentar untuk "Pelatihan Menulis Cerpen untuk Pelajar: Menenun Asa Sastra dari Nganjuk untuk Indonesia"